Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Memori akses acak (bahasa Inggris: Random access memory, RAM) adalah sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori. Ini berlawanan dengan alat memori urut, seperti tape magnetik, disk dan drum, di mana gerakan mekanikal dari media penyimpanan memaksa komputer untuk mengakses data secara berurutan.
Pertama kali dikenal pada tahun 60'an. Hanya saja saat itu memori semikonduktor belumlah populer karena harganya yang sangat mahal. Saat itu lebih lazim untuk menggunakan memori utama magnetic.
Perusahaan semikonduktor seperti Intel memulai debutnya dengan memproduksi RAM , lebih tepatnya jenis DRAM.
Biasanya RAM dapat ditulis dan dibaca, berlawanan dengan memori-baca-saja (read-only-memory, ROM), RAM biasanya digunakan untuk penyimpanan primer (memori utama) dalam komputer untuk digunakan dan mengubah informasi secara aktif, meskipun beberapa alat menggunakan beberapa jenis RAM untuk menyediakan penyimpanan sekunder jangka-panjang.
Selasa, 26 Juli 2011
Minggu, 17 Juli 2011
PROSEDUR ENGINE TUNE UP
Pekerjaan Tune up mesin bertujuan mengembalikan kondisi krndaraan kembali seperti semula (bertenega), untuk menghasilkan seperti yang kita inginkan maka perlu melakukan pekerjaan Tune up sesuai dengan prosedur yang benar yaitu :
-Pekerjaan yang dilakukan pada saat mesin masih dingin
-Pekerjaan yang dilakukan pada saat mesin bisa hidup/mesin hidup
-Pekerjaan yang dilakukan pada saat mesin tekah panas (temperatur kerja)
Pemeriksaan Mesin pada saat masih dingin/mesin mati
1.pemeriksaan minyak pelumas mesin
2.Pemeriksaan sistem pendingin mesin
3.Pemeriksaan tali kipas
4.Pemeriksaan saringan bensin
5.Pemeriksaan saringan udara
6.Pemeriksaan baterai
7.Sistem pengapian
1. SISTEM PELUMASAN MESIN
Apa bila mulai dstart, gesekan antara bagian2 mesin akan mengurangi tenaga mesin .Oli pelumas yg memberikan pelumasan secara tetap pd bagian2 mesin untuk mencegah dan membatasi keausan. Pelumasan ini dilakukan oleh sistem pelumasan mesin.
FUNGSI PELUMAS MESIN
.Membentuk lapisan (oil film), mencegah kontak langsung permukaan logamsatu dg yg lainnya. Mengurangi gesekan, mencegah kausan dan panas.
.Mendinginkan bagian2 mesin
.Oli berfungsi perapat(seal) antara torak dinding silinder.
.Oli mengeluarkan kotoran dan bagian mesin
.Melindungi bagian2 mesin dr karat
PERUBAHAN WARNA MINYAK MESIN
Warna merah berarti minyak tercampur bensin
Warna kelabu berarti tercampur serbuk bantalan
Warna susu berarti tercampur dg air
Warna coklat berarti tercampur dg karbon
Minyak pelumas mesin bensin disarankan menggunakn minyak dg tingkat kekentalan (viskositas) SAE 30 atau 20W/50 dg API service SE keatas
SISTEM PENDINGIN MESIN
Energi panas yg dhasilkn tdk semuanya dpt drubah mjd tenaga penggerak, dan hnya kir2 25% energi yg dpt dimaanfaatkn secara efektif. Panas yg diserap oleh mesin itu hrs dbuang keluar (ke udara bebas) agar tdk mjd terlalu panas (overheating) dn dpt mempercepat proses keausan.
Temperatur air pendingin selama mesin bekerja ada diantara 80○C-85○C atau biasa disebut temperatur kerja mesin. Dibawah ini diterangkan bagian2 sistem pendingin yg perlu mendapatkan perhatian & pemeriksaan pd waktu2 tertentu untuk membatasi kemungkinan terdapat kelainan atau kerusakan.
KOMPONEN SISTEM PENDINGIN
_Sistem pendingin terdiri dr beberapa komponen, antara lain: radiator,pompa air(water pump), tangki reservoir, tu2p radiator, tali kipas & selang air.
_Didalam melakukan pekerjaan Engine Tune Up kita harys memeriksa bagian2 sistem pendingin tersebut dg prosedur yg benar mari kita liht bagaimana memeriksanya.
1. Periksa slang radiator kemungkinan ada yg rusak, pecah, menggelembung atau kendor pengikatnya atau perlu diganti.
2. Periksa posisi klem apakah ada yg rusak, kendor atau tdk tepat posisinya
3. Periksa radiator & sirip2nya atau kebocoran air
4. Periksa kran penguras apakah kendor atau bocor
5. Periksa kebocoran sistem pendingin (dg radiator cap tester) dg tekanan ±1.2 Kg/cm
6. Periksa tu2p radiator (dg radiator cup tester) dg tekanan 0.6-1 Kg/cm
7. Periksa kualitas pendingin air. Menggunakan jari periksa kualitas air pendingin.
8. Periksa tangki cadangan (reservoir, air harus pd batas Max low)
9. Periksa tali kipas (tali kipas harus dilepas)
10. Periksa ketegangan tali kipas diantara altenator & pompa air ketegangan 7-11 mm
11. Periksa suara bearing, pompa abnormal
12. Periksa sirkulasi air pendingin (mesin panas & hidup)
13. Air pendingin diganti setiap 20.000 km(40.000 km jika memakai radiator coolant)
SARINGAN BAHAN BAKAR (FUEL FILTER)
Saringan bensin diperiksa pada waktu tertentu atau setiap kendaraan setelah menempuh jarak 5000 km & bila perlu dganti baru. Saringan bensin disarankan untuk diganti minimal satu tahun sekali atau setiap kendaraan setelah menempuh jarak 20.000 km, dewasa ini bnyak saringan bahan bakar model catnride krna dipandang lebih praktis.
Saringan bensin model catnride bentuknya merupakan satu kesatuan dg elemen rumahnya. Ada juga mobil2 yg menggunakan saringan bensin model gelas. Pd saringn model gelas ini bila elemenya sudah kotor atau tersumbat dpt terlihat jelas melalui gelas saringan.
Didalam pemasanganyg perlu kita perhatikan adl arah masuk & keluarnya bahan bakar bensin, agar pemasangan nya tidak akan terbalik & jgn lipa periksa apakah pemasangan klem sudah tepat.
Udara segar mengandung debu, bila debu ikut terhisap bersama udara yg masuk kedalam silinder, maka akan trjdi keausan masa penggunaan mesin mnjd pendek. Oleh sebab itu, debu atau kotoran harus dibersihkan dr udara yg dihisap kedalam silinder. Saringan udara yg terpasang pd mesin selain berfungsi untuk menyaring udara dr debu, juga berperan sbg penghambat kecepatan udara dan memperkecil suara desis udara.
Dalam melakukan perawatan berkala atau tune up disarankan agar saringan udara diperiksa dg teliti.
PEMERIKSAAN ELEMEN SARINGAN UDARA
Lepaskan klip pengnci tutup sarintan udara (air cleaner) dan lepaskan tutup saringan udara. Keluarkan elemen dan periksa permukaan luar elemen untuk mengetahui kondisi elemen saringan udara.
CARA PEMBERSIHAN SARINGAN UDARA
Elemen saringan udara dibersihkan dg jln meniupkan udara yg bertekanan rendah. Udara dri bagian dalam mengarah keluar, kemudian dri luar kedalam, dan yg terakhir diarahkan dri dalam keluar.
Bila keadaan elemen sudah kotor, walaupun sudah dibersihkan, sebaikya elemen ini diganti baru. Elemen saringan udara yg telah berlubang akan menyebabkan penyaringan udara ke karburator mnjdi terganggu. Abu dan kotoran yg turut masukke dalam karburator dpt menyebabkan lubang2 kecil pada karburator mnjdi tersumbat dan ini akan mengganggu kerjanya karburator.
Elemen saringan udra yg terbuat dri kertas tdk boleh dicuci dg air, bensin atau cairan lainnya, dan selain itu juga elemen diusahakan agar tdk terkena gemuk.
Sebelum memasang elemen pd rumah sringan udara, terlebuh dahulu bersihkan rumah saringan udara ini dg kain lap yg bersih untuk menghapus debu pd bagian dalam saringan. Usahakan agar tidak ada kotoran yg masuk kedalam karburator.
Setelah memasang elemen pd rumah saringan, perhatikan tanda panah yg terdapat pd tu2p rumah saringan.
BATERAI
Baterai merupakan bagian dri kelistrikan mesin. Kelistrikan mesin pada sistem kelistrika mobil digunakan untuk menghidupkan mesin dpt tetap hidup. Baterai berfungsi untuk menyediakan sejumlah arus kepada komponen kelistrikan motor, lampu2 dan sebagainya.
Pemeriksaan baterai yg masih terpasang pd mobil pemeriksaan electrolite (air aki) dpt dilakukan dgn mengoyangkan body kendaraan dan ini akan terlihat tinggi air akinya. Bila anda akan menambah air aki, diisi cukup sampai tanda “upper” saja dan jgn diisi berlebihan.
Pemeriksaan baterai (aki) dilakuka secara visual, dan bila perlu baterai diperiksa secara keseluruhan dg terlebuh dahulu baterai dilepaskan dri mobil untuk dibersihkan. Berhati2 waktu menangani pekerjaan ini, dan usahakan agar aki tidak menetes pd bagian body kendaraan, sebab akan merusak cat. Tutuplah fender dg pelindung.
PEMERIKSAAN BATERAI
Lepaskan kabel negatif (massa) terlebih dahulu, kemudian lepaskan kabel posistifnya. Bila kabel positif dilepaskan terlebih dahulu akan terjadi percikan api, dan bila kuci pas yg dgunakan menyentuh terminal atau body. Berhati2 melepas kabel agar tidak merusak terminal, kendorkan mur pengikat kleman terlebih dahulu, kemudian tarik kabelnya keatas.
Angkat kotak baterai tegak lurus keatas, dan jgn miring sebab elektrolit akan mengalir keluar. Bila anda membawa baterai posisikan kedua tangan dibawah kotak baterai.
Karat pd terminal baterai, bila terminal baterai berkarat bersihkan dg air hangat, kemudian terminalnya diamplas atau disikat.
Baterai yg rusak dan bocor tdk dpt diperbiki lagi dan harus diganti.
Pengikat klem baterai yg kendor atau berkarat terutama pd kabel stater yg berhubungan dg baterai dan kabel massa kemungkinan perlu diperbaiki dam dibersihkan.
Dudukkan baterai (tempat pemasangan baterai yg terdapat pd ruang mesin) bila keadaannya berkaratdan rusak perlu segera diperbaiki.
1. Periksa kotak baterai. Bersihkan kotak baterai periksa bagian atas samping dan bawah kotak.
2. Periksa volume electrolite. Letakan baterai pd tempat yg rata dan periksa volumenya electrolite pd batas Upper dan lower. Apabila kurang tambahkan dg air suling.
3. Periksa lubang penguapan pd tutup baterai. Dgn menggunakan tekanan udara kompresor tiupkan udara pd lubang penguapan udara.
4. Periksa berat jenis BJ electrolite dgn mwnggunakan hidrometer periksaah BJ electrolite, normal 25○C perbedaan setiap sel< dari0.025 5. Periksa terminal baterai/pole baterai. Bersihkan terminal baterai dri kotoran maupun minyak/vat dg aie hangat (bila perlu) kemudian gosoklah dg amplas Periksa tegangan baterai. Dgn menggunak baterai tester atau multi tester periksalah tegangan baterai (teg.bat 12.6 volt max) SISTEM PENGAPIAN 1. Busi 2. Kabel busi 3. Distributor 4. Ignition Coil _BUSI Tegangan tinggi dri Ignition coil membangkitkan loncatan api listrik antara elektroda tengan dan elektroda sisi busi untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yg dimampatkan dalam ruang bakar. Busi harus menjaga kemampuan pengapianya dalam periode yg cukup lama dalam menghadapi pembakaran dan tekanan temperatur yg tinggi. 1. Bila melepas kabel busi (high tension cable) tariklah bagian ujung fittingnya, dan jgn menarik kabel busi secara kasar. 2. Pada waktu melepaskan busi gunakan kunci busi, posisikan dg tepat dan jgn miring. Kedudukan kunci busi yg tidak tepat akan merusak insulator busi. 3. Pada saat memasang busi putarlah ujung kunci dg tangan, yakinkan bahwa ulir telah masuk sg tepat, baru kemudian kencangkan dg menggunakan stang. CARA PEMERIKSAAN BUSI _Periksalah insulator busi, apakah ada keretakan. _Periksalah/bersihkan ulir bsi. _Periksa keausan elektroda busi. _Periksa gasket busi. _Periksa kondisi elektroda busi. _Periksa celah elektroda/gap busi. 1. Dengan menggunakan lap bersihkan elektroda bsi, dan periksalah apakah elektroda ada keretakan, gantilah (4pc) busi bila terdapatkeretakan pada busi 2. Bersihkan (dgn bensin) ulir busi dan periksa;ah apakah ulirnya rusak 3. Bersihkan busi dan periksalahkeausan elektroda dan warnanya celah busi 0.80 mm (busi biasa) dan penggantian setiap 20.000 km .Warna : abu2 muda pembakaran baik,warna kuning mesin terlalu panas (over heat),warna basah minyak pelumas ikut terbakar, hitam atau kering campuran terlalu kaya. 4. Pada beberapa mrek mobil tentu, untk melepaskan busi2nya perlukan kunci busi yg bentuknya agak khusus. 5. Usahakan agar kotoran tdk jatuh dan masuk kedalam lubang busi pd kepala silinder. Dgn melakukan pemeriksaan secara visual akan dpt diketahui keadaan busi sebenarnyadan kemungkinan terdpt kerusakan spt uraian dibawah ini. 6. Keadaan ulir dan insulator kemingkinan telah retak dan rusak. 7. Kebocoran gas yg terjadi pd bagian gasket antara insulator dan rmah busi (plug housing) 8. Keausan pd gasket busi. 9. Keadaan elektroda terbakar dan terdapat endapan karbon. PEMBERSIHAN BUSI 1. Jangn menggunakan pembersih busi (spark plug cleaner) terlalu lama dr yg diperlikan, sebab ini dpt mengikis insulator dan elektroda busi. 2. Bersihkan dg jalan meniupkan udara, karbon dan kotoran yg terdpt pd ulir bsi sehingga mnjdi bersih. 3. Bersihkan kotoran dr bagian luar permukaan insulator busi. PEMERIKSAAN KABEL BUSI Periksa tahanan kabel2 busi dg menggunakan multitester. Ukur tahanan kabel2 busi anatara terminal2. Pada saat pengukuran diperiksa juga keadaan kabel busi dg menyentuhkan test lead mlti tester pd erminal dan bila dgerakan bagian ujung tengah kabel dg tangan dan jarum tester harus tdk berubah. Tahanan pd tiap kabelnya harus kurang dari 25 K. Bila dri pengukuran ternyta lebuh besar, sebaiknya kabel busi ini diganti. Bila kabel busi longgar dipasang pd terminalnya perbaikilah menggunakan tang penjepit DISTRIBUTOR Fungsi distributor untu membagi arus yg bertegangan tinggi yg dibangkitkan oleh kumparan sekunder pd koil pengapian ke busi2 melalui tegangan tinggi (kabel2 busi). Distributor ini terdiri : tutup distributor, rotor, platina,distributor bodi. Tutup distributor Pada tutup distributor terdpt terminal kabel bertegangan tinggi pd sisi luarnya dan pd sisi dalam terdapat 4buah terminal logam dan 1 buah terminal tengah (arang/brush). Pada saat tune up bersihkan tutup distributordg kain lap. Keretakan tutup,bersihkan terminal bagian dalam,periksa panjang brush. ROTOR Rotor berfungsi sbg pembagi arus tegangan tinggi yg nantinya akan diteruskan ke busi. Pada ujung rotor lapisan karbon yg keras dan tahan panas. Bersihkan rotor dgn kain lap, periksa keretak dan kebocoran rotor. PLATINA Platina berfungsi untuk memutuskan aliran arus listrik dri kumparan primer koil agar terjadi induksi pada kumparan sekunder. Periksa platina setiap 5000km dan gantilah setiap 20.000km. Periksa platina dan bersihkan apabila terlihat kotoran / kerak yg busa menghambat aliran arus listrik. Apabila platina diganti maka kondensor juga harus diganti. PENGGANTIAN PLATINA Pada saat melakukan penggantian platina condesator harus dgnti pula. Dgn cara sbb: 1. Kendorkan mur 8mm pengikat terminal kabel disamping luar bodi distributor. 2. Lepaskan kabel platina bagian dalam. 3. Kendorkan 2 uah baut pengikat platina 4. Lepaskan platina PENYETELAN PLATINA 1. Bersihkan platina dari kotoran/ minyak 2. Putar puli hingga nok poros sejajar dg bilik karet platina 3. Dengan menggunakan fuller (0.4-0.5mm) ukur celah antara nok dan sisi datar poros 4. Keraskan baut pengikat platina 5. Periksa rotor menghadap busi no.2 pada saat silinder no.1 top kompresi DISTRIBUTOR BODI Pada distributor bodi terdapat komponen sistem pengajuan saat pengapian (advancer) yg harus diperiksa yaitu: 1. Gonvernor advancer 2. Vacuum advancer 3. Oktan selector GOVERNOR ADVANCER Governor advancer berungsi untuk mengajukan saat pengapaian pd saat mesin tinggi. Cara pemeriksaannya adalah dg memutar rotor searah jarum jam dan kemudian dilepas rotor akan kembali. Pada bagian dlm distributor terdpt governor advancer yg berfungsi untuk memajukan saat pengapaiandisesuaikan dgn pertambahan putaran mesin. Governor advancer ini terdiri dari governor weight dan pegas, dan bekerjanya dg gaya sentrifugal. Governor advancer (centrifugsal advancer) terdiri dri sepasang pemberat (weight) dan pegas yg dipasang sedemikian rupa, dgn bertambahnya putaran mesin dan dgn gaya sentrifugal, pemberat (weight) ini yg berhubungan dg nok akan terdorong keluar dan memungkinkan platina membuka lebih cepat. VACUUM ADVANCER Vacuum advancer berfungsi untuk mengajukan saat pengapian berdasarkan kevacuuman intake monifold. Cara pemeriksaannya Isaplah slang yg kevacuum advancer dan perhatikan dudukan platina maka kelihatan ada gerakan, apabila tidak berarti ada kebocoran atau terjadi kemacetanpd plat rumah platina. Vacuum advancer bekerja dg adanya kevacuuman pd intake manifolid. Pada waktu throttle valve dibuka tiba2 (akselerasi), dg terjadinya kevakuman akan menarik diaphragma yg berhubungan dg dudukan platina (backing plate) sehingga dpt mempercepat masa pengapian. Bila throttle valve membuka penuh, maka penarikan terhadap diaphragm akan berkurang. OCTAN SELECTOR Oktan selector adlkomponen untuk mengajukan pengapian berdasarkan nilai oktan bahan bakar. Sebelum melakukan pemeriksaan saat pengapian, putarlah oktan selector pd posisi standar (garis tebal berada segaris dg tumal) 1x putaran oktan selector searah jarum jam maka akan mengajukan pengapian 5derajat PEMERIKSAAN SAAT PENGAPIAN Pada motor bakar saat pengapian merupakan sangat penting didalam menentukan tenaga mesin., untuk itu saat pengapian harus diperiksa saat kita melakukan tunr up mesin. Pada saat penyetelan saat pengapian apa distributor menggunakan vacuum advancer ganda maka kita harus melepas slang yg ke idle advancer terlebih dahulu. Apabila saat pengapian tdk tepat, kita kendorkan baut pengikat rumah distributor dan putarlah rumah distributor (distributor bodi) dan tepatkan saat pengapian sesuai standar mesinnya. IGNITION COIL Ignition Coil ini berfungsi untuk meningkatkan tegangan baterai 12 volt mnjdi tegangan tinggi lebih dr 10 kv, yg diperlukan untuk pengapian. Pada ignition coil terdapat 2 kumparan yaitu : 1. Primary coil untukmembuat kemagnitan 2. Secondary coil berfungsi untuk menimbulkan tegangan induksinya yg cukup tinggi. _primary coil kumparan primer mempunyai diameter kawat lebih besar dibanding kumparan sekunder dan berfungsi untuk membuat kemagnetan. _seconday coil kumparan sekunder ini diameter kawat lebih kecil dan jumlahnya lebih banyak dibandingkan primary coil yg berfungsi untuk membuat induksi tegangan tinggi. Ignition coil ada beberapa macam namun didalam prinsip kerjanya adl sama. . Coil tanpa resistor . Coil dengan resistor ada 2 macam : Internal resistor Eksternal resistor PEMERIKSAAN COIL Menggunakan AVO meter posisi OHM, periksalah harga tahanan primary coil dg mengukur antara terminal positif dan negatif. Harga tahanan 1.3 – 1.6 ohm Pemeriksaan Secondary coil, menggunak AVO meter posisikan selector posisi K ohm ukur tahanan antara terminal posistif dg terminal tegangan tinggi coil. Harga tahanan 10.7 – 14 5 K ohm. Pemeriksaan Resistor coil, dgn menggunakan AVO meter ukur harga tahanan dalam ohm x 1 antara B dan positif koil. Harga tahanan 1.5 – 1.9 ohm. PEMERIKSAAN DWELL ANGLE Dwell Angle CDA adalah sudut antara platina mulai menutup sampai platina membuka. Untuk mesin 4 silinder CDA 52○±6○ Pada saat melakukan engine tune upperiksalah CDA nya karena apabila CDA terlalu besar coil akan cepat panasdan kalau terlalu kecil kemagnetan primer coil akan kecil dan induksi sekunder juga kecil. Catatan : Apabila CDA lebih besardari standart berarti penyetelan celah platina terlalu kecil (rapat). Apabila CDA lebih kecil dari standart berarti penyetelan celah platina terlalu besar. Apabila CDA berubah ubah kemungkinan disebabkan oleh nok distributor aus, bantalan poros distributor rusak atau pegas platina rusak. Hal ini harus dilakukan perbaikan/penggantian terlebih dahuli. PEMERIKSAAN / PENYETELAN IDLE Sebelum kita melakukan pemeriksaan saat pengapian, maka kita harusmemeriksa putaran idle apakah sudah standart putaran idle apa belum dalam posisi air filter harus terpasang, seandainya belumkita harus melakukan penyetelan terlebih dahulu dengan cara sebagai berikut. 1. Hidupkan mesin hingga temperatur kerja 2. Putar baut penyetel campuran (idle mixture adjusting screw) hingga tepat (rpm tinggi max) 3. Putar baut penyetel putaran idling (idle speed adjusting screw) hingga putaran idle tercapai 4. Mesin tipe K putaran idle 750 rpm (tanpa beban AC) PEMERIKSAAN PADA SAAT PENGAPIAN Dengan menggunakan lampu timing periksalah saat pengapaian sesuai dg standart mesin, mesin tipe 5K 5 derajat sebelum TMA (lihat buku pedoman Reparasi mesin). PEMERIKSAA SAAT MESIN PANAS 1. Penyetalan celah katup Celah katup (valve clearance) diperlukan untuk membuat katup bisa menutup dgn rapat pd dudukannya. Namun bila calah terlampau lebar juga akan berakibat timbulnya suara yg tidak normal pada sat mesin hidup (suara berisik). Untuk itu celah katup harus diperiksa atau distel pada saat kita melakukan Tune upmesin sebelum melakukan penyetelan celah katupperiksa kekecangan baut kepala silinder. (untuk pengerasan dilakukan pada saat mesin dingin). Sistem mekanisme katup ada beberapa macam antara lain : 1. Mekanisme katup konventional (dengan baut penyetel) 2. Mekanismekatup dg baut penyetel menggunakan Shim. 3. Mekanisme katup dg penyetelan otomatis (tanpa distel). Pada kesempatan ini kami hanya akan menjelaskan cara penyetelan celah katup yg konventional dan menggunakn shim saja, perbedaan penyetelan yg konventional dg yg menggunakan shim diantaranya: 1. Sistem koventional dilakaukan pada saat temperatur kerja mesin (panas) 2. Sistem menggunakan shim dilakukan pada saat mesin dalam kondisi dingin. PENYETELAN KATUP KONVENTIONAL • Panaskan mesin hinga temperatur kerja tinggi • Yakinkan baut kepala silinder dan baut rocker arm dalam kondisi keras. • Posisikan silinder no. 1 pada TMA (lihat tanda pd pully). • Lakukan penyetelan dg urutan dari depa: buang-hisap—hisap-buang. • Untuk ukuran celahnya EX. 0.30 mm dan in. 0.020 mm. • Kemudian putar pully 1x putaran/360 derajat, posiskan silinder no. 4 pada TMA • Ukur/stel celah katup dengan urutan: buang-masuk-masuk-buang. PEMERIKSAAN KARBURATOR II. Pemeriksaan Karburator Setelah kita setelah selasai melakukan pekerjaan penyetelan celah katup, maka kita tutup kembali mekanisme katup dengan tutupnya. Kemudian kita hidupkan mesin dalam kondisi komponen terpasang semua : 1.Filter udara 2.Kabel gas • Pada saat putaran idle perhatikan apakah putaran mesin tenang (tidak goyang) • Pada saat kita tambahkan putaran mesin (asselarasi) tersa nyaman/tidak mrebet. • Kita tahan putaran menengah kondisi putaran rata (tidak goyang). • Pada saat kita akselerasi dengan tiba-tiba tidak ada suara ngelitik terlalu panjang. • Apabila kondisi diatas baik maka berarti kondisi karburator baik. PEMERIKSAAN KOMPRESI Pemeriksaan kompresi hanya dilakukan apabila diperlukan saja (tenaga mesin menurun) dan dilakukan oleh 2 orang saja. Caranya : 1.panaskan mesin 2.buka semua busi 3.pijak pedal gas penuh 4.pasang compresion tester pada busi no 1-4 5.starter mesin dengan putaran 250 rpm atau lebih 6.tekanan minimum 8.0 kg/cm2 normal >11 kg/cm2.
7.perbedaan tekanan tiap silinder <0.7 kg/cm2.
Apa bila didapat hasil pengukuran tekanan rendah maka, beri oli lewat busi.
_ Bila diulang tekanan naik berarti terjadi keausan diantara piston dan silinder, sehingga terjadi kebocoran kompresi.
_ Bila tetap rendah, berarti terjadi kebocoran dari katup (valve).
TES JALAN
Teas jalan juga merupakan pekerjaan didalam melakukan engine tune up, namun dilakukan apabila diperlakukan saja, dan pekerjaan engine tune up telah dilakukan. Pada saat tes jalan perlu diperhatikan :
1. Kondisi meter kombinasi
2. Kondisi mesin, tenaga mesin
3. Suara abnormal yang terjadi
4. Periksa saat pengapian.
-Pekerjaan yang dilakukan pada saat mesin masih dingin
-Pekerjaan yang dilakukan pada saat mesin bisa hidup/mesin hidup
-Pekerjaan yang dilakukan pada saat mesin tekah panas (temperatur kerja)
Pemeriksaan Mesin pada saat masih dingin/mesin mati
1.pemeriksaan minyak pelumas mesin
2.Pemeriksaan sistem pendingin mesin
3.Pemeriksaan tali kipas
4.Pemeriksaan saringan bensin
5.Pemeriksaan saringan udara
6.Pemeriksaan baterai
7.Sistem pengapian
1. SISTEM PELUMASAN MESIN
Apa bila mulai dstart, gesekan antara bagian2 mesin akan mengurangi tenaga mesin .Oli pelumas yg memberikan pelumasan secara tetap pd bagian2 mesin untuk mencegah dan membatasi keausan. Pelumasan ini dilakukan oleh sistem pelumasan mesin.
FUNGSI PELUMAS MESIN
.Membentuk lapisan (oil film), mencegah kontak langsung permukaan logamsatu dg yg lainnya. Mengurangi gesekan, mencegah kausan dan panas.
.Mendinginkan bagian2 mesin
.Oli berfungsi perapat(seal) antara torak dinding silinder.
.Oli mengeluarkan kotoran dan bagian mesin
.Melindungi bagian2 mesin dr karat
PERUBAHAN WARNA MINYAK MESIN
Warna merah berarti minyak tercampur bensin
Warna kelabu berarti tercampur serbuk bantalan
Warna susu berarti tercampur dg air
Warna coklat berarti tercampur dg karbon
Minyak pelumas mesin bensin disarankan menggunakn minyak dg tingkat kekentalan (viskositas) SAE 30 atau 20W/50 dg API service SE keatas
SISTEM PENDINGIN MESIN
Energi panas yg dhasilkn tdk semuanya dpt drubah mjd tenaga penggerak, dan hnya kir2 25% energi yg dpt dimaanfaatkn secara efektif. Panas yg diserap oleh mesin itu hrs dbuang keluar (ke udara bebas) agar tdk mjd terlalu panas (overheating) dn dpt mempercepat proses keausan.
Temperatur air pendingin selama mesin bekerja ada diantara 80○C-85○C atau biasa disebut temperatur kerja mesin. Dibawah ini diterangkan bagian2 sistem pendingin yg perlu mendapatkan perhatian & pemeriksaan pd waktu2 tertentu untuk membatasi kemungkinan terdapat kelainan atau kerusakan.
KOMPONEN SISTEM PENDINGIN
_Sistem pendingin terdiri dr beberapa komponen, antara lain: radiator,pompa air(water pump), tangki reservoir, tu2p radiator, tali kipas & selang air.
_Didalam melakukan pekerjaan Engine Tune Up kita harys memeriksa bagian2 sistem pendingin tersebut dg prosedur yg benar mari kita liht bagaimana memeriksanya.
1. Periksa slang radiator kemungkinan ada yg rusak, pecah, menggelembung atau kendor pengikatnya atau perlu diganti.
2. Periksa posisi klem apakah ada yg rusak, kendor atau tdk tepat posisinya
3. Periksa radiator & sirip2nya atau kebocoran air
4. Periksa kran penguras apakah kendor atau bocor
5. Periksa kebocoran sistem pendingin (dg radiator cap tester) dg tekanan ±1.2 Kg/cm
6. Periksa tu2p radiator (dg radiator cup tester) dg tekanan 0.6-1 Kg/cm
7. Periksa kualitas pendingin air. Menggunakan jari periksa kualitas air pendingin.
8. Periksa tangki cadangan (reservoir, air harus pd batas Max low)
9. Periksa tali kipas (tali kipas harus dilepas)
10. Periksa ketegangan tali kipas diantara altenator & pompa air ketegangan 7-11 mm
11. Periksa suara bearing, pompa abnormal
12. Periksa sirkulasi air pendingin (mesin panas & hidup)
13. Air pendingin diganti setiap 20.000 km(40.000 km jika memakai radiator coolant)
SARINGAN BAHAN BAKAR (FUEL FILTER)
Saringan bensin diperiksa pada waktu tertentu atau setiap kendaraan setelah menempuh jarak 5000 km & bila perlu dganti baru. Saringan bensin disarankan untuk diganti minimal satu tahun sekali atau setiap kendaraan setelah menempuh jarak 20.000 km, dewasa ini bnyak saringan bahan bakar model catnride krna dipandang lebih praktis.
Saringan bensin model catnride bentuknya merupakan satu kesatuan dg elemen rumahnya. Ada juga mobil2 yg menggunakan saringan bensin model gelas. Pd saringn model gelas ini bila elemenya sudah kotor atau tersumbat dpt terlihat jelas melalui gelas saringan.
Didalam pemasanganyg perlu kita perhatikan adl arah masuk & keluarnya bahan bakar bensin, agar pemasangan nya tidak akan terbalik & jgn lipa periksa apakah pemasangan klem sudah tepat.
Udara segar mengandung debu, bila debu ikut terhisap bersama udara yg masuk kedalam silinder, maka akan trjdi keausan masa penggunaan mesin mnjd pendek. Oleh sebab itu, debu atau kotoran harus dibersihkan dr udara yg dihisap kedalam silinder. Saringan udara yg terpasang pd mesin selain berfungsi untuk menyaring udara dr debu, juga berperan sbg penghambat kecepatan udara dan memperkecil suara desis udara.
Dalam melakukan perawatan berkala atau tune up disarankan agar saringan udara diperiksa dg teliti.
PEMERIKSAAN ELEMEN SARINGAN UDARA
Lepaskan klip pengnci tutup sarintan udara (air cleaner) dan lepaskan tutup saringan udara. Keluarkan elemen dan periksa permukaan luar elemen untuk mengetahui kondisi elemen saringan udara.
CARA PEMBERSIHAN SARINGAN UDARA
Elemen saringan udara dibersihkan dg jln meniupkan udara yg bertekanan rendah. Udara dri bagian dalam mengarah keluar, kemudian dri luar kedalam, dan yg terakhir diarahkan dri dalam keluar.
Bila keadaan elemen sudah kotor, walaupun sudah dibersihkan, sebaikya elemen ini diganti baru. Elemen saringan udara yg telah berlubang akan menyebabkan penyaringan udara ke karburator mnjdi terganggu. Abu dan kotoran yg turut masukke dalam karburator dpt menyebabkan lubang2 kecil pada karburator mnjdi tersumbat dan ini akan mengganggu kerjanya karburator.
Elemen saringan udra yg terbuat dri kertas tdk boleh dicuci dg air, bensin atau cairan lainnya, dan selain itu juga elemen diusahakan agar tdk terkena gemuk.
Sebelum memasang elemen pd rumah sringan udara, terlebuh dahulu bersihkan rumah saringan udara ini dg kain lap yg bersih untuk menghapus debu pd bagian dalam saringan. Usahakan agar tidak ada kotoran yg masuk kedalam karburator.
Setelah memasang elemen pd rumah saringan, perhatikan tanda panah yg terdapat pd tu2p rumah saringan.
BATERAI
Baterai merupakan bagian dri kelistrikan mesin. Kelistrikan mesin pada sistem kelistrika mobil digunakan untuk menghidupkan mesin dpt tetap hidup. Baterai berfungsi untuk menyediakan sejumlah arus kepada komponen kelistrikan motor, lampu2 dan sebagainya.
Pemeriksaan baterai yg masih terpasang pd mobil pemeriksaan electrolite (air aki) dpt dilakukan dgn mengoyangkan body kendaraan dan ini akan terlihat tinggi air akinya. Bila anda akan menambah air aki, diisi cukup sampai tanda “upper” saja dan jgn diisi berlebihan.
Pemeriksaan baterai (aki) dilakuka secara visual, dan bila perlu baterai diperiksa secara keseluruhan dg terlebuh dahulu baterai dilepaskan dri mobil untuk dibersihkan. Berhati2 waktu menangani pekerjaan ini, dan usahakan agar aki tidak menetes pd bagian body kendaraan, sebab akan merusak cat. Tutuplah fender dg pelindung.
PEMERIKSAAN BATERAI
Lepaskan kabel negatif (massa) terlebih dahulu, kemudian lepaskan kabel posistifnya. Bila kabel positif dilepaskan terlebih dahulu akan terjadi percikan api, dan bila kuci pas yg dgunakan menyentuh terminal atau body. Berhati2 melepas kabel agar tidak merusak terminal, kendorkan mur pengikat kleman terlebih dahulu, kemudian tarik kabelnya keatas.
Angkat kotak baterai tegak lurus keatas, dan jgn miring sebab elektrolit akan mengalir keluar. Bila anda membawa baterai posisikan kedua tangan dibawah kotak baterai.
Karat pd terminal baterai, bila terminal baterai berkarat bersihkan dg air hangat, kemudian terminalnya diamplas atau disikat.
Baterai yg rusak dan bocor tdk dpt diperbiki lagi dan harus diganti.
Pengikat klem baterai yg kendor atau berkarat terutama pd kabel stater yg berhubungan dg baterai dan kabel massa kemungkinan perlu diperbaiki dam dibersihkan.
Dudukkan baterai (tempat pemasangan baterai yg terdapat pd ruang mesin) bila keadaannya berkaratdan rusak perlu segera diperbaiki.
1. Periksa kotak baterai. Bersihkan kotak baterai periksa bagian atas samping dan bawah kotak.
2. Periksa volume electrolite. Letakan baterai pd tempat yg rata dan periksa volumenya electrolite pd batas Upper dan lower. Apabila kurang tambahkan dg air suling.
3. Periksa lubang penguapan pd tutup baterai. Dgn menggunakan tekanan udara kompresor tiupkan udara pd lubang penguapan udara.
4. Periksa berat jenis BJ electrolite dgn mwnggunakan hidrometer periksaah BJ electrolite, normal 25○C perbedaan setiap sel< dari0.025 5. Periksa terminal baterai/pole baterai. Bersihkan terminal baterai dri kotoran maupun minyak/vat dg aie hangat (bila perlu) kemudian gosoklah dg amplas Periksa tegangan baterai. Dgn menggunak baterai tester atau multi tester periksalah tegangan baterai (teg.bat 12.6 volt max) SISTEM PENGAPIAN 1. Busi 2. Kabel busi 3. Distributor 4. Ignition Coil _BUSI Tegangan tinggi dri Ignition coil membangkitkan loncatan api listrik antara elektroda tengan dan elektroda sisi busi untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yg dimampatkan dalam ruang bakar. Busi harus menjaga kemampuan pengapianya dalam periode yg cukup lama dalam menghadapi pembakaran dan tekanan temperatur yg tinggi. 1. Bila melepas kabel busi (high tension cable) tariklah bagian ujung fittingnya, dan jgn menarik kabel busi secara kasar. 2. Pada waktu melepaskan busi gunakan kunci busi, posisikan dg tepat dan jgn miring. Kedudukan kunci busi yg tidak tepat akan merusak insulator busi. 3. Pada saat memasang busi putarlah ujung kunci dg tangan, yakinkan bahwa ulir telah masuk sg tepat, baru kemudian kencangkan dg menggunakan stang. CARA PEMERIKSAAN BUSI _Periksalah insulator busi, apakah ada keretakan. _Periksalah/bersihkan ulir bsi. _Periksa keausan elektroda busi. _Periksa gasket busi. _Periksa kondisi elektroda busi. _Periksa celah elektroda/gap busi. 1. Dengan menggunakan lap bersihkan elektroda bsi, dan periksalah apakah elektroda ada keretakan, gantilah (4pc) busi bila terdapatkeretakan pada busi 2. Bersihkan (dgn bensin) ulir busi dan periksa;ah apakah ulirnya rusak 3. Bersihkan busi dan periksalahkeausan elektroda dan warnanya celah busi 0.80 mm (busi biasa) dan penggantian setiap 20.000 km .Warna : abu2 muda pembakaran baik,warna kuning mesin terlalu panas (over heat),warna basah minyak pelumas ikut terbakar, hitam atau kering campuran terlalu kaya. 4. Pada beberapa mrek mobil tentu, untk melepaskan busi2nya perlukan kunci busi yg bentuknya agak khusus. 5. Usahakan agar kotoran tdk jatuh dan masuk kedalam lubang busi pd kepala silinder. Dgn melakukan pemeriksaan secara visual akan dpt diketahui keadaan busi sebenarnyadan kemungkinan terdpt kerusakan spt uraian dibawah ini. 6. Keadaan ulir dan insulator kemingkinan telah retak dan rusak. 7. Kebocoran gas yg terjadi pd bagian gasket antara insulator dan rmah busi (plug housing) 8. Keausan pd gasket busi. 9. Keadaan elektroda terbakar dan terdapat endapan karbon. PEMBERSIHAN BUSI 1. Jangn menggunakan pembersih busi (spark plug cleaner) terlalu lama dr yg diperlikan, sebab ini dpt mengikis insulator dan elektroda busi. 2. Bersihkan dg jalan meniupkan udara, karbon dan kotoran yg terdpt pd ulir bsi sehingga mnjdi bersih. 3. Bersihkan kotoran dr bagian luar permukaan insulator busi. PEMERIKSAAN KABEL BUSI Periksa tahanan kabel2 busi dg menggunakan multitester. Ukur tahanan kabel2 busi anatara terminal2. Pada saat pengukuran diperiksa juga keadaan kabel busi dg menyentuhkan test lead mlti tester pd erminal dan bila dgerakan bagian ujung tengah kabel dg tangan dan jarum tester harus tdk berubah. Tahanan pd tiap kabelnya harus kurang dari 25 K. Bila dri pengukuran ternyta lebuh besar, sebaiknya kabel busi ini diganti. Bila kabel busi longgar dipasang pd terminalnya perbaikilah menggunakan tang penjepit DISTRIBUTOR Fungsi distributor untu membagi arus yg bertegangan tinggi yg dibangkitkan oleh kumparan sekunder pd koil pengapian ke busi2 melalui tegangan tinggi (kabel2 busi). Distributor ini terdiri : tutup distributor, rotor, platina,distributor bodi. Tutup distributor Pada tutup distributor terdpt terminal kabel bertegangan tinggi pd sisi luarnya dan pd sisi dalam terdapat 4buah terminal logam dan 1 buah terminal tengah (arang/brush). Pada saat tune up bersihkan tutup distributordg kain lap. Keretakan tutup,bersihkan terminal bagian dalam,periksa panjang brush. ROTOR Rotor berfungsi sbg pembagi arus tegangan tinggi yg nantinya akan diteruskan ke busi. Pada ujung rotor lapisan karbon yg keras dan tahan panas. Bersihkan rotor dgn kain lap, periksa keretak dan kebocoran rotor. PLATINA Platina berfungsi untuk memutuskan aliran arus listrik dri kumparan primer koil agar terjadi induksi pada kumparan sekunder. Periksa platina setiap 5000km dan gantilah setiap 20.000km. Periksa platina dan bersihkan apabila terlihat kotoran / kerak yg busa menghambat aliran arus listrik. Apabila platina diganti maka kondensor juga harus diganti. PENGGANTIAN PLATINA Pada saat melakukan penggantian platina condesator harus dgnti pula. Dgn cara sbb: 1. Kendorkan mur 8mm pengikat terminal kabel disamping luar bodi distributor. 2. Lepaskan kabel platina bagian dalam. 3. Kendorkan 2 uah baut pengikat platina 4. Lepaskan platina PENYETELAN PLATINA 1. Bersihkan platina dari kotoran/ minyak 2. Putar puli hingga nok poros sejajar dg bilik karet platina 3. Dengan menggunakan fuller (0.4-0.5mm) ukur celah antara nok dan sisi datar poros 4. Keraskan baut pengikat platina 5. Periksa rotor menghadap busi no.2 pada saat silinder no.1 top kompresi DISTRIBUTOR BODI Pada distributor bodi terdapat komponen sistem pengajuan saat pengapian (advancer) yg harus diperiksa yaitu: 1. Gonvernor advancer 2. Vacuum advancer 3. Oktan selector GOVERNOR ADVANCER Governor advancer berungsi untuk mengajukan saat pengapaian pd saat mesin tinggi. Cara pemeriksaannya adalah dg memutar rotor searah jarum jam dan kemudian dilepas rotor akan kembali. Pada bagian dlm distributor terdpt governor advancer yg berfungsi untuk memajukan saat pengapaiandisesuaikan dgn pertambahan putaran mesin. Governor advancer ini terdiri dari governor weight dan pegas, dan bekerjanya dg gaya sentrifugal. Governor advancer (centrifugsal advancer) terdiri dri sepasang pemberat (weight) dan pegas yg dipasang sedemikian rupa, dgn bertambahnya putaran mesin dan dgn gaya sentrifugal, pemberat (weight) ini yg berhubungan dg nok akan terdorong keluar dan memungkinkan platina membuka lebih cepat. VACUUM ADVANCER Vacuum advancer berfungsi untuk mengajukan saat pengapian berdasarkan kevacuuman intake monifold. Cara pemeriksaannya Isaplah slang yg kevacuum advancer dan perhatikan dudukan platina maka kelihatan ada gerakan, apabila tidak berarti ada kebocoran atau terjadi kemacetanpd plat rumah platina. Vacuum advancer bekerja dg adanya kevacuuman pd intake manifolid. Pada waktu throttle valve dibuka tiba2 (akselerasi), dg terjadinya kevakuman akan menarik diaphragma yg berhubungan dg dudukan platina (backing plate) sehingga dpt mempercepat masa pengapian. Bila throttle valve membuka penuh, maka penarikan terhadap diaphragm akan berkurang. OCTAN SELECTOR Oktan selector adlkomponen untuk mengajukan pengapian berdasarkan nilai oktan bahan bakar. Sebelum melakukan pemeriksaan saat pengapian, putarlah oktan selector pd posisi standar (garis tebal berada segaris dg tumal) 1x putaran oktan selector searah jarum jam maka akan mengajukan pengapian 5derajat PEMERIKSAAN SAAT PENGAPIAN Pada motor bakar saat pengapian merupakan sangat penting didalam menentukan tenaga mesin., untuk itu saat pengapian harus diperiksa saat kita melakukan tunr up mesin. Pada saat penyetelan saat pengapian apa distributor menggunakan vacuum advancer ganda maka kita harus melepas slang yg ke idle advancer terlebih dahulu. Apabila saat pengapian tdk tepat, kita kendorkan baut pengikat rumah distributor dan putarlah rumah distributor (distributor bodi) dan tepatkan saat pengapian sesuai standar mesinnya. IGNITION COIL Ignition Coil ini berfungsi untuk meningkatkan tegangan baterai 12 volt mnjdi tegangan tinggi lebih dr 10 kv, yg diperlukan untuk pengapian. Pada ignition coil terdapat 2 kumparan yaitu : 1. Primary coil untukmembuat kemagnitan 2. Secondary coil berfungsi untuk menimbulkan tegangan induksinya yg cukup tinggi. _primary coil kumparan primer mempunyai diameter kawat lebih besar dibanding kumparan sekunder dan berfungsi untuk membuat kemagnetan. _seconday coil kumparan sekunder ini diameter kawat lebih kecil dan jumlahnya lebih banyak dibandingkan primary coil yg berfungsi untuk membuat induksi tegangan tinggi. Ignition coil ada beberapa macam namun didalam prinsip kerjanya adl sama. . Coil tanpa resistor . Coil dengan resistor ada 2 macam : Internal resistor Eksternal resistor PEMERIKSAAN COIL Menggunakan AVO meter posisi OHM, periksalah harga tahanan primary coil dg mengukur antara terminal positif dan negatif. Harga tahanan 1.3 – 1.6 ohm Pemeriksaan Secondary coil, menggunak AVO meter posisikan selector posisi K ohm ukur tahanan antara terminal posistif dg terminal tegangan tinggi coil. Harga tahanan 10.7 – 14 5 K ohm. Pemeriksaan Resistor coil, dgn menggunakan AVO meter ukur harga tahanan dalam ohm x 1 antara B dan positif koil. Harga tahanan 1.5 – 1.9 ohm. PEMERIKSAAN DWELL ANGLE Dwell Angle CDA adalah sudut antara platina mulai menutup sampai platina membuka. Untuk mesin 4 silinder CDA 52○±6○ Pada saat melakukan engine tune upperiksalah CDA nya karena apabila CDA terlalu besar coil akan cepat panasdan kalau terlalu kecil kemagnetan primer coil akan kecil dan induksi sekunder juga kecil. Catatan : Apabila CDA lebih besardari standart berarti penyetelan celah platina terlalu kecil (rapat). Apabila CDA lebih kecil dari standart berarti penyetelan celah platina terlalu besar. Apabila CDA berubah ubah kemungkinan disebabkan oleh nok distributor aus, bantalan poros distributor rusak atau pegas platina rusak. Hal ini harus dilakukan perbaikan/penggantian terlebih dahuli. PEMERIKSAAN / PENYETELAN IDLE Sebelum kita melakukan pemeriksaan saat pengapian, maka kita harusmemeriksa putaran idle apakah sudah standart putaran idle apa belum dalam posisi air filter harus terpasang, seandainya belumkita harus melakukan penyetelan terlebih dahulu dengan cara sebagai berikut. 1. Hidupkan mesin hingga temperatur kerja 2. Putar baut penyetel campuran (idle mixture adjusting screw) hingga tepat (rpm tinggi max) 3. Putar baut penyetel putaran idling (idle speed adjusting screw) hingga putaran idle tercapai 4. Mesin tipe K putaran idle 750 rpm (tanpa beban AC) PEMERIKSAAN PADA SAAT PENGAPIAN Dengan menggunakan lampu timing periksalah saat pengapaian sesuai dg standart mesin, mesin tipe 5K 5 derajat sebelum TMA (lihat buku pedoman Reparasi mesin). PEMERIKSAA SAAT MESIN PANAS 1. Penyetalan celah katup Celah katup (valve clearance) diperlukan untuk membuat katup bisa menutup dgn rapat pd dudukannya. Namun bila calah terlampau lebar juga akan berakibat timbulnya suara yg tidak normal pada sat mesin hidup (suara berisik). Untuk itu celah katup harus diperiksa atau distel pada saat kita melakukan Tune upmesin sebelum melakukan penyetelan celah katupperiksa kekecangan baut kepala silinder. (untuk pengerasan dilakukan pada saat mesin dingin). Sistem mekanisme katup ada beberapa macam antara lain : 1. Mekanisme katup konventional (dengan baut penyetel) 2. Mekanismekatup dg baut penyetel menggunakan Shim. 3. Mekanisme katup dg penyetelan otomatis (tanpa distel). Pada kesempatan ini kami hanya akan menjelaskan cara penyetelan celah katup yg konventional dan menggunakn shim saja, perbedaan penyetelan yg konventional dg yg menggunakan shim diantaranya: 1. Sistem koventional dilakaukan pada saat temperatur kerja mesin (panas) 2. Sistem menggunakan shim dilakukan pada saat mesin dalam kondisi dingin. PENYETELAN KATUP KONVENTIONAL • Panaskan mesin hinga temperatur kerja tinggi • Yakinkan baut kepala silinder dan baut rocker arm dalam kondisi keras. • Posisikan silinder no. 1 pada TMA (lihat tanda pd pully). • Lakukan penyetelan dg urutan dari depa: buang-hisap—hisap-buang. • Untuk ukuran celahnya EX. 0.30 mm dan in. 0.020 mm. • Kemudian putar pully 1x putaran/360 derajat, posiskan silinder no. 4 pada TMA • Ukur/stel celah katup dengan urutan: buang-masuk-masuk-buang. PEMERIKSAAN KARBURATOR II. Pemeriksaan Karburator Setelah kita setelah selasai melakukan pekerjaan penyetelan celah katup, maka kita tutup kembali mekanisme katup dengan tutupnya. Kemudian kita hidupkan mesin dalam kondisi komponen terpasang semua : 1.Filter udara 2.Kabel gas • Pada saat putaran idle perhatikan apakah putaran mesin tenang (tidak goyang) • Pada saat kita tambahkan putaran mesin (asselarasi) tersa nyaman/tidak mrebet. • Kita tahan putaran menengah kondisi putaran rata (tidak goyang). • Pada saat kita akselerasi dengan tiba-tiba tidak ada suara ngelitik terlalu panjang. • Apabila kondisi diatas baik maka berarti kondisi karburator baik. PEMERIKSAAN KOMPRESI Pemeriksaan kompresi hanya dilakukan apabila diperlukan saja (tenaga mesin menurun) dan dilakukan oleh 2 orang saja. Caranya : 1.panaskan mesin 2.buka semua busi 3.pijak pedal gas penuh 4.pasang compresion tester pada busi no 1-4 5.starter mesin dengan putaran 250 rpm atau lebih 6.tekanan minimum 8.0 kg/cm2 normal >11 kg/cm2.
7.perbedaan tekanan tiap silinder <0.7 kg/cm2.
Apa bila didapat hasil pengukuran tekanan rendah maka, beri oli lewat busi.
_ Bila diulang tekanan naik berarti terjadi keausan diantara piston dan silinder, sehingga terjadi kebocoran kompresi.
_ Bila tetap rendah, berarti terjadi kebocoran dari katup (valve).
TES JALAN
Teas jalan juga merupakan pekerjaan didalam melakukan engine tune up, namun dilakukan apabila diperlakukan saja, dan pekerjaan engine tune up telah dilakukan. Pada saat tes jalan perlu diperhatikan :
1. Kondisi meter kombinasi
2. Kondisi mesin, tenaga mesin
3. Suara abnormal yang terjadi
4. Periksa saat pengapian.
Rabu, 13 Juli 2011
kamus komputer
http://www.tvri.baliserve.com/phpgraphy/index.php?displaypic=Kamus%20IT%2Fkamusti.pdf&mode=saveas
Langganan:
Komentar (Atom)